Kamar Tamu Berteknologi Tinggi yang Efisien Energi dengan TIS

Pengaturan energi di hotel-hotel adalah masalah yang sulit bagi para pemilik dan pengelola hotel. Mulai dari temperatur yang diinginkan hingga level pencahayaan favorit, tamu-tamu lebih cenderung untuk kembali menginap jika mereka bisa menyetel kamar mereka sesuai preferensi. Namun, penyediaan fitur-fitur ini dengan menggunakan teknologi kuno akan membuang banyak energi. Contohnya, ada banyak masalah dengan sakelar kunci kartu yang lama. Para tamu bisa memasukkan kartu apa saja ke dalam sakelar yang lama, atau mereka bisa saja meminta lebih dari satu kartu. Bahkan jika resepsionis hotel menolak untuk memberikan lebih dari satu kartu bagi seorang tamu, ia bisa saja mengatakan bahwa kartunya hilang.

Saklar kartu hotel konvensional

Ada banyak juga konsumsi berlebih energi lampu dan AC ketika dibiarkan menyala bahkan ketika para tamu sedang tidak berada di kamar, dan hal ini bisa menyebabkan kerugian finansial bagi pemilik hotel. Tentunya, tidak ada pemilik hotel yang ingin melarang para tamu untuk memiliki pengalaman menginap yang nyaman, atau masuk ke kamar hotel yang gelap atau dingin. Tak ada yang bisa disalahkan. Baik para tamu maupun para pemilik hotel berhak untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing.

Ada pemilik hotel yang berpikir bahwa jika mereka memisahkan AC dari jaringan utama, maka energi yang dikonsumsi akan menjadi lebih kecil, sementara pemilik hotel lain berpikir bahwa sensor gerakan adalah solusi yang tepat. Bagaimana pun, cara-cara ini gagal dalam memecahkan masalah. AC adalah perangkat yang paling memakan energi, dan sensor gerakan bisa membawa mimpi buruk karena hanya berfungsi berdasarkan deteksi gerakan, yang artinya AC dan lampu bisa mati ketika sang tamu sedang tidur atau membaca buku. Mimpi buruk yang mengerikan!

Perusahaan Otomatisasi TIS menawarkan solusi terbaik bagi kamar tamu hotel dengan memperkenalkan teknologi inovatif pada sensor langit-langit pintar: Energy Servant 10 Fungsi.

Energy Servant kami mengalahkan sakelar kartu hotel klasik dengan kemampuannya mendeteksi kehadiran manusia di kamar. Sensor yang dimuat di langit-langit ini memiliki banyak opsi, termasuk sensor gerakan PIR, sensor penuai cahaya, input digital 2X, pemancar inframerah yang kompatibel dengan semua tipe AC split, kode-kode inframerah merek-merek TC, sensor temperatur, 24 penanda, dan 32 jenis logika dan pengatur waktu.

TIS Energy servant, cara baru teknologi penghematan energi di hotel

Dengan memasang sensor magnetik di area pintu masuk kamar, menghubungkannya ke input digital Energy Servant, dan memprogram logikanya, masalah ada tidaknya orang dalam kamar pun terselesaikan.

Logika berikut bisa didefinisikan untuk sensor ini untuk mengatur energi di kamar tanpa mengganggu kenyamanan tamu:

Logika 1: Jika ada gerakan di kamar, mode kamar terisi akan menyala.

Logika 2: Jika pintu utama terbuka dan tertutup, sebuah penanda akan menyala selama semenit untuk memeriksa apakah ada pergerakan di kamar. Jika tidak ada gerakan yang terdeteksi dalam semenit, sistem akan mengaktivasi mode penghematan energi. Hal ini berguna pada situasi ketika tamu masuk ke kamar hanya untuk sesaat.

Dalam mode penghematan energi, semua lampu akan mati kecuali satu lampu malam, yang akan terus menyala selama 3 jam kalau-kalau ada tamu lain yang sedang tidur. Di samping itu, AC tidak akan dimatikan, namun temperaturnya akan dihangatkan sebanyak 2 derajat. Hal ini membantu menghemat energi seiring berjalannya waktu.

Logika 3: Jika mode penghematan energi diaktifkan dan tidak ada gerakan yang terdeteksi selama lebih dari 3-5 jam, lampu malam dan AC akan mati secara otomatis. Alternatif lain adalah untuk mengatur level temperatur yang lebih hangat untuk AC.

Di samping itu, Energy Servant bisa menyalakan / mematikan AC jika terdeteksi bahwa jendela / pintu balkon sedang terbuka. Hal ini membutuhkan penambahan kontak magnetik yang terhubung ke jendela / pintu balkon dan pemrograman keputusan pintar yang diinginkan.

Sensor penuai cahaya membantu menghemat energi dengan mematikan lampu balkon jika ada cahaya alami yang cukup.

TIS mengotomatisasi Resort Blue Mountain di Australia

Kemampuan praktis dan menguntungkan lain dari sensor ini adalah termostat yang terpasang di dalamnya, yang membantu menjaga temperatur yang tepat setiap saat. Hal ini penting untuk menjaga agar perabot tetap segar dan utuh. Juga, pada tempat-tempat panas dan bahkan jika kamar kosong dalam waktu lama, kelembapan dan bau tak sedap tidak akan menjadi masalah. Sensor ini bisa diprogram untuk mengubah AC ke mode kering jika temperatur kamar mencapai atau melebihi 28-30 derajat Celsius. Hal ini bisa terjadi beberapa kali dalam sehari jika diperlukan. Performa serupa bisa diprogram di daerah dingin untuk mencegah tumbuhnya jamur.

Opsi lain dari perangkat pintar ini adalah kendali TV. Jika hotel menyediakan tablet di kamar bagi tamu, maka ia akan bisa mengontrol TV di kamar dengan tablet itu.

Sensor ini dipasang di 20 kamar di Hotel Fairmont Blue Mountain di Sydney. Hasilnya adalah peningkatan signifikan dalam pengaturan energi serta banyaknya komentar puas dari para tamu yang menikmati pengalaman menginap mereka yang mewah di hotel ini.

Resort Fairmount Blue Mountain di Sydney, Australia – TIS

TIS menawarkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan para pemilik dan tamu hotel hanya dengan beberapa item, dan dengan cara yang paling efisien energi.

Untuk informasi lebih lanjut atau untuk menjadwalkan konsultasi, hubungi kami di www.tiscontrol.com.

We use cookies to personalize content, customize and analyze advertising and ensure the safe use of the site. By clicking or navigating this site, you consent to the collection of information at www.tiscontrol.com and beyond using cookies. More information are available in the document: Kebijakan Privasi

OK